

Banda Aceh – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Elektro (HIMATEKTRO) Universitas Syiah Kuala (USK) sukses melaksanakan kegiatan Peulara, sebuah program pengabdian masyarakat yang berfokus pada penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan efisiensi energi dan waktu di sektor pertanian.
Program ini merupakan bagian dari PPK Ormawa 2025 yang digagas oleh Kemendikbudristek RI sebagai upaya mendorong peran aktif mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat melalui inovasi dan pemberdayaan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Lambunot Paya, Kabupaten Aceh Besar, ini menghadirkan inovasi sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembapan tanah yang ditenagai oleh panel surya. Teknologi ini dirancang untuk menjawab permasalahan utama petani, yaitu tingginya biaya listrik dan lamanya waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penyiraman secara manual di lahan perkebunan.
Sistem ini mengatur dua zona penyiraman yang bekerja secara otomatis pada pukul 08.00 dan 17.00, masing-masing selama 10 menit. Sensor kelembapan tanah berfungsi sebagai trigger, sehingga apabila kondisi tanah telah cukup lembab, sistem tidak akan melakukan penyiraman. Seluruh sistem dikendalikan menggunakan mikrokontroler ESP32, sementara sumber energinya berasal dari panel surya yang memastikan operasi alat tidak bergantung pada listrik PLN. Menariknya, pompa air yang digunakan tidak hanya berfungsi untuk penyiraman tanaman, tetapi juga dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk kebutuhan air sehari-hari, sehingga manfaat teknologi ini terasa lebih luas.
Program Peulara diawali dengan sosialisasi dan edukasi awal kepada masyarakat desa, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan dan workshop perakitan alat serta pemasangan sistem. Tim HIMATEKTRO bersama masyarakat desa secara gotong royong memasang panel surya, modul kontrol, dan jaringan pipa air di area perkebunan percontohan. Setelah itu, dilakukan pendampingan dan evaluasi terhadap performa sistem selama masa uji coba.
Wakil Ketua Umum HIMATEKTRO USK sekaligus anggota tim Peulara, Muhammad Irvan Kurniawan, menyampaikan bahwa program Peulara merupakan langkah nyata mahasiswa dalam memberikan solusi inovatif bagi masyarakat desa melalui penerapan ilmu teknik elektro.
“Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga turun langsung membawa solusi berbasis teknologi. Peulara membuktikan bahwa teknologi sederhana bisa memberikan dampak besar, terutama dalam menghemat biaya listrik dan tenaga petani,” ujar Irvan.
Ketua Tim PPK Ormawa Peulara, Muhammad Baqir Maulana, menjelaskan bahwa ide proyek ini lahir dari hasil observasi lapangan dan diskusi dengan para petani.
“Kami menemukan bahwa masalah utama petani bukan hanya air, tapi biaya listrik yang tinggi dan waktu penyiraman yang memakan tenaga. Dengan sistem otomatis berbasis energi surya ini, kami ingin menghadirkan solusi nyata yang hemat energi, efisien, dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ungkap Baqir.
Dosen pembimbing program, Bapak Zulhelmi, S.T., M. Sc., menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi contoh penerapan ilmu ketenagalistrikan dan energi terbarukan yang tepat sasaran.
“Penerapan sistem berbasis panel surya ini sejalan dengan semangat transisi energi bersih. Selain membantu petani, mahasiswa juga belajar menerapkan konsep efisiensi energi di kehidupan nyata,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu petani Desa Lampunot Paya, Bapak Husni, mengaku sangat terbantu dengan adanya sistem penyiraman otomatis ini.
“Dulu kami harus menyalakan pompa sendiri selama berjam-jam, dan listriknya mahal. Sekarang, alat ini bekerja sendiri pakai tenaga matahari. Kami bisa hemat waktu dan biaya,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Selain fokus pada penerapan teknologi, kegiatan Peulara juga diisi dengan gotong royong bersama masyarakat, perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus, serta edukasi lingkungan untuk anak-anak sekolah dasar di desa binaan.
Dengan semangat “Teknologi untuk Masyarakat, Inovasi untuk Negeri,” kegiatan PPK Ormawa Peulara HIMATEKTRO USK diharapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan dalam mewujudkan pertanian modern berbasis energi terbarukan, serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengadopsi inovasi serupa di masa mendatang.

Comments are closed